mutilasi garut

Polisi Temukan Titik Terang Mutilasi Garut

Orang yang diduga menderita gangguan jiwa, atau ODGJ, yang melakukan mutilasi korbannya menggegerkan warga Kabupaten Garut Jawa Barat pada Minggu 30 Juni 2024. Pertanyaannya sekarang adalah darimana tersangka mendapatkan senjata tajam, yaitu pisau, yang digunakan untuk memutilasi korbannya?

Kasus mutilasi sebelumnya terjadi di Kampung Babakan Limus, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. Itu terjadi di Jalan Raya Cibalong. Warga marah atas kasus ini. Banyak dari mereka yang mengalaminya menduga mengalami gangguan jiwa. Menurut AKP Ari Rinaldo, anggota Satreskrim Polres Garut, rumah kosong di bagian depan yang digunakan tersangka untuk menghabisi dan memutilasi korban sebenarnya adalah tempat pembuatan golok. Pemilik rumah datang ke tempat itu hanya sekali setiap minggu untuk membuat golok dan pisau.

Kondisi pisau ukuran besar yang digunakan tersangka untuk memutilasi korban sangat tajam. Pisau itu terbuat dari plat baja, yang sebelumnya berbentuk gergaji khusus untuk memotong batu akik.

Menurut Ipda Adhi, anggota Satreskrim Polres Garut juga diterjunkan ke lokasi. Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dalam kondisi yang mengenaskan, menurut olah TKP. Di dalam karung, korban ditemukan tanpa kedua tangan dari kepala hingga pinggul. Tiga karung lain ditemukan tak jauh dari lokasi tersebut, yang mengandung potongan tangan dan kaki korban.

Saat ini, mayat korban mutilasi telah dievakuasi ke rumah sakit, dan polisi masih menyelidiki kasus ini.

Polisi Temukan Titik Terang

Hasil olah TKP yang dilakukan oleh polisi menunjukkan bahwa ada kerusakan pada pintu tempat pandai besi yang diduga dibobol oleh pelaku. Selain itu, ada banyak bercak darah korban di tempat tersebut, termasuk pakaian pekerja pandai besi yang sudah berantakan dan ditinggal oleh pemiliknya untuk waktu yang lama.

Meskipun sering dinyatakan ODGJ, pelaku sementara sudah dinyatakan tersangka, padahal biasanya orang ODGJ langsung dimasukkan ke Rumah Sakit Jiwa.

Karena polisi belum menerima rekam medis, tersangka ditetapkan sebagai E.

Polisi harus membawa pelaku ke dokter jiwa di RSUD dr Slamet Garut untuk memastikannya.

Ari juga menjelaskan bahwa potongan tubuh korban tidak diidentifikasi itu terdiri dari dua karung bekas, dengan kepala dan badan di parit jalan, dan organ lain di sebuah kantong plastik.

Seluruh ceceran potongam tubuh korban telah dikumpulkan dan dibawa ke kamar mayat RSUD dr. Slamet di Garut. Jenazah korban mutilasi diaotopsi oleh petugas polisi dan forensik tengah.

Polisi tidak memberi tahu lebih banyak tentang alasan pembunuhan, tetapi mereka mengatakan mereka masih melakukan penyelidikan. Namun, kasus dapat diselesaikan jika terduga pelaku ODGJ memang benar. Sementara itu, identitas korban masih misterius, jadi petugas masih menunggu hasil pemeriksaan forensik.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *